Friday, July 10, 2009

Project for your child.

TIE-DYE TISSUE PAPER


Things to make and do - Tie-dye tissue paper


You will need:

White tissue paper (guna tisu dapur)
Food colourings or permanent inks
Small dishes (mangkuk kecik)
Rubber band



What to do


1. Protect your table top with newspaper as food colouring and inks may stain. Take a sheet of tissue paper and fold over the edge by about 2cm, press the crease. Turn over and fold by another 2cm and press, continue doing this until all the paper has been folded (as if you were making a fan).




2. Holding the paper fan together, fold the bottom right corner to the left edge to make a triangle, pressing the crease with your fingertips.




3. Turn over and fold the triangle straight up, pressing firmly again with your fingertips.




4. Turn over and fold the bottom left corner to the right edge to make a triangle, press and then turn over and fold the triangle straight up, again pressing firmly.




5. Continue to fold and press as in steps 2-4 until you reach the top of the paper. To hold the folded paper triangle together, put the rubber band around one corner, twist it and loop over the opposite corner, you may need to do this a couple of times.




6. Pour undiluted food colouring or ink into small dishes and dip for 1 or 2 seconds each point of the folded triangle into a different colour for a multi-coloured effect, leaving the centre white. (for a two colour effect dip the points into just one colour, but still leave the centre white).




7. Take off the rubber band and very carefully unfold the paper (tissue paper is very delicate when wet and can tear easily). Leave to dry.





Sumber ini cut n paste je dari blog tabika lain.(klu cikgu tu tahu, thx a lot. Ilmu kak!) Nampak nice n colourful. Kanak-kanak ni kalau main dgn warna mmang seronok sgt. Tambah kalau buat aktiviti kumpulan.. sambil chat sambil belajar. huhu.. Next week ingat nak buat aktiviti ni. Sure fun nih!..But maybe kotor sikit kot baju derang.. tak pe lah.. kotor tu kan maknanyer derang belajar..

Try it!

Wednesday, June 10, 2009

LAWATAN DATIN DAHLIA KE TBK

Pada 13 Mei 2009, Datin Dahlia binti Abdullah,Pengerusi BAKAT 2 Briged diringi Pn Rosalia bt Kamis, Pengerusi BAKAT Batalion Ke9 Rejimen Renjer Diraja telah sudi berkunjung ke kelas TBK bagi lawatan ramah mesra bersama dengan kanak-kanak TBK. kehadiran beliau beserta semua Pengerusi BAKAT zon Taiping amat dialu-alukan. Its very happening la... memng best. Semua vry sporting dan knk-knk pun enjoy dngan kunjungan ini. Kepada Datin dan semua tetamu yang sudi datang ke kelas TBK 9RRD, ucapan terima kasih tak terhingga dari kami. Semoga lawatan ini dpt menambah lagi ikatan silaturrahim dan menjadi satu motivasi buat kanak-kanak TBK.





Persembahan Tarian Buluh...



Menari chicky dance


Terima kasih dri warga TBK 9RRD

Sunday, May 24, 2009

inilah kasih sayang

Ni ade satu video yg mungkin dpt merubah pandangan kita mengenai nilai kasih sayang.. Pe pun layan jer lah video ni..

Thursday, May 14, 2009

Kisah telinga

Johan dilahirkan tanpa kedua telinganya, tetapi walaupun cacat dia
berjawatan tinggi di sebuah bank. Dia sangat marah kalu ada orang yang
mempersoalkan tentang telinga.

Satu hari dia mahu mengambil kerani baru dan tiga orang disenarai
pendek untuk sesi temuduga. Calon pertama seorang lelaki yang
mempunyai penampilan yang baik.

Di akhir temuduga, Johan bertanya satu soalankepada lelaki itu.

"Awak nampak tak sesuatu yang ganjil pada saya?".

"Ya, tapi minta maaf kalau saya kata tuan tak ada telinga, macam ayam"
jawab lelaki itu dengan jujur.

Merasa terhina dengan jawapan itu, Johan mengusirnya keluar dari pejabat.

Calon kedua ialah seorang perempuan yang berpengalaman bekerja di bank
hampir 5 tahun. Dia lebih baik dari calon pertama tadi. Di akhir sesi
temuduga, Johan bertanya soalan yang sama ditanya pada calon pertama.

"Awak nampak tak sesuatu yang ganjil pada saya?".

"Ya ...saya heran bagaimana tuan boleh mendengar saya dengan baik,
sedangkan tuan duduk jauh dari saya." puji perempuan itu.

Sebaik mendengar jawapan dari perempuan itu, Johan berang dan
menghalaunya keluar. Calon terakhir adalah yang terbaik, walaupun
masih muda dia telah bekerja lebih 8 tahun di bank.

Selain bijak dia juga tampan dan bergaya.
Seperti calon terdahulu Johan bertanya soalan serupa.

"Awak nampak tak sesuatu yang ganjil pada saya?"

"Ya. Awak pakai contact lens," jawab pemuda itu menahan perasannya
dari tergelak.

Walaupun terkejut, Johan gembira dengan jawapan pemuda itu. Dia hairan
kerana pemuda itu sangat teliti dan dapat melihatnya memakai contact
lens walaupun mereka duduk agak jauh.

"Bagaimana awak tahu" tanya Johan lagi.

Pemuda itu tidak dapat lagi menahan gelihatinya lalu ketawa besar
hingga jatuh terguling-guling sambil berkata,

"Dah tentu tuan tak boleh pakai cermin mata sebab tuan tak ada
telinga, nak sangkut kat mana".

Huargh! Huargh! Huargh! Huargh!

Biar susah, jangan menyusahkan. .

Sayangkah kita...?

Renungkan/lihatlah betapa sayangnya kita pada mereka...

Pernahkah anda menatap orang-orang
yang anda sayang saat mereka sedang tidur ?
Kalau belum, cubalah sekali saja menatap
mereka saat sedang tidur
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling
wajar dan paling jujur dari seseorang.

Perhatikanlah ayah anda
saat beliau sedang tidur.
Sedarilah, betapa badan yang dulu kuat
dan gagah itu kini semakin tua dan lemah,
betapa rambut-rambut putih
mulai menghiasi kepalanya,
betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang tiap hari bekerja keras
untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya.
Orang inilah, rela melakukan apa saja asal
perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. ...
Lihatlah ibu anda....
Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan
yang dulu halus membelai- belai
tubuh bayi kita itu kini kasar kerana
menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita.
Orang inilah yang tiap hari
menguruskan keperluan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan
membebeli kita semata- mata
kerana rasa kasih dan sayang,
dan sayangnya, itu sering kita salah ertikan.

Cubalah menatap wajah orang-orang
yang kita cintai..sayangi itu...
Ayah, Ibu, Suami,
Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat,
Semuanya...

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir
perlahan-lahan
saat menatap wajah mereka yang terlelap itu..
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir
deras ketika mengingat betapa
banyaknya pengorbanan yang telah
dilakukan orang-orang itu untuk
kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang-kadang tertutupi oleh
salah faham kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Tuhan mengatur agar
pengorbanan itu akan tampak lagi
melalui wajah-wajah jujur mereka
saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan
serta memenatkan mereka
namun enggan mereka ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun
membantu untuk mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia
berkata... "betapa lelahnya..penatnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah dan penat itu?
Untuk siapa dia berpenat lelah
Tak lain adalah
KITA.....

Suami yang bekerja keras mencari nafkah,
isteri yang bekerja keras mengurus dan
mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang
telah menemani hari-hari suka dan duka
bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan
pahit yang pernah terjadi dengan
menatap wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan
rasa terharu seketika menerpa jika
mengingat itu semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika
esok mereka "orang-orang terkasih itu"
tak lagi membuka matanya,
untuk selamanya ... "
Wallahualam

Ya AllaH, betapa banyaknya dosa2 yg kulakukan..namun Kau tetap melimpahkan kasihMu
Ampunkanlah dosa-dosaku dan dosa-dosa mereka yg aku sayang..
Dekatkanlah kami dengan kasih sayangMu yang Maha Agung..
Tiada kasih yang lebih besar dari Rahmat KasihMu ..

Saturday, May 2, 2009

What Can Be Done For A Child's Short Attention Span?

Whether a child has been diagnosed with ADD (attention deficit disorder) or just has a hard time with inattention and distractibility, life at school and at home can be pretty challenging. Adults, who respect and allow for this child’s special needs, can help the child’s life run more smoothly and with less stress.

If you find your child’s inattentive behavior to be annoying or detrimental to the child, the following suggestions can be helpful.

• Look your child in the eye, when giving instructions. Give only one or two directions at a time. Ask your child to review aloud what you said to check for misunderstanding and to assist your
child’s memory.

• Establish a daily routine with meals, family activities and bedtime scheduled at the same time
every day. Routines are very important for those with a short attention span.

• Give your distractible child a specific time and place to do homework away from noise (TV,
people talking) and sights (toys, active people). Equip the space with paper & pencils. If there is no homework, have your child do leisure reading.

• Keep study time for any subject short – 10 to 15 minutes. Move to another subject and then go back to the first. Give breaks to move around, do jumping jacks, and get a drink. Boredom comes quickly with these kids.

• Allow movement during study time to stimulate the attention area of the brain.

• Use a timer for homework, bedtime, stopping play and getting ready activities. A timer helps
children stick to their task and to speed up their efforts.

• Have family meetings to allow everyone to set discuss and set rules for chores and recurring
problems. Set up consequences that fit the situation if the rules are not followed, or make a list of
consequences from which the child can choose at the time of the error. Children feel motivated to follow rules they help set.

• Put a poster in the bedroom with the daily routine. 1) Eat breakfast 2) Shower 3) Brush teeth 4) Get dressed. Use pictures for nonreader. Fostering independence goes a long way to boost self confidence.

• Point out positive behavior frequently

• Avoid blame and ridicule for mistakes or broken rules. They crush a child’s spirit. Ignore little
mistakes. Have a two-way discussion about bigger issues.

Catatan Pertama



TBK KEMAS 9 Renjer yang berada di dalam kawasan Kem Batalion ke9 Rejimen Renjer Diraja, Taiping (9RRD) merupakan satu pusat pendidikan awal kanak-kanak di bawah Jabatan Kemajuan Masyarakat (KEMAS). Di peringkat awal, tumpuan pendidikan adalah kepada kesediaan belajar murid.Dengan itu, aktiviti yang dijalankan adalah berpandukan kepada konsep 'bermain sambil belajar' iaitu proses pembelajaran secara tidak formal, tetapi berstruktur terancang dan ada tujuan tertentu.
Sila lihat gambar aktiviti yang dijalankan oleh kanak-kanak di TBK 9 Renjer.










Banyak lagi gambar yang saya nk upload di sini.Tapi ini adalah catatan pengenalan dari saya untuk tatapan semua...
Tunggu gambar aktiviti-aktiviti yang dijalankan sepanjang tahun ini.. (2009)